BISNIS.SAATINI.COM - Mengapa bank-bank milik negara menjadi tujuan utama penempatan dana investasi Danantara? 

Seberapa besar deposito yang diterima Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BSI dari Danantara Investment Management? 

Apakah penempatan dana jumbo tersebut berkaitan dengan strategi menjaga likuiditas sekaligus menghasilkan pendapatan bunga?

PT Danantara Investment Management (DIM) menempatkan sekitar Rp119 triliun dalam deposito berjangka hingga 30 April 2026, dengan Bank Mandiri menjadi bank penerima dana terbesar berdasarkan rincian laporan keuangan yang dikutip pada Selasa, (03/11/2026).

Penempatan tersebut menjadi sorotan karena kas dan setara kas DIM mencapai sekitar Rp123 triliun atau 88 persen dari total aset sebesar Rp140,02 triliun.

Dengan demikian, sebagian besar aset DIM masih berada dalam instrumen perbankan, khususnya deposito berjangka yang tersebar pada sejumlah bank milik negara.

Bank Mandiri Mendapat Porsi Terbesar dari Penempatan Dana DIM di Perbankan

Bank Mandiri menjadi penerima deposito terbesar dengan nilai Rp55,56 triliun.

Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) masing-masing memperoleh penempatan Rp18 triliun.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menerima deposito Rp17,1 triliun, sedangkan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) memperoleh Rp6 triliun.

Selain deposito rupiah, DIM juga mempunyai simpanan berdenominasi Dolar AS dengan nilai setara sekitar Rp5 triliun.

Dana Danantara di Bank Himbara Mencerminkan Besarnya Peran Instrumen Deposito

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa deposito menjadi instrumen dominan dalam pengelolaan kas DIM pada periode laporan.

Dari total aset Rp140,02 triliun, sekitar Rp123 triliun berupa kas dan setara kas, sedangkan investasi pada surat berharga dan subholding mencapai Rp16,63 triliun.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa penempatan dana di perbankan masih memiliki porsi jauh lebih besar dibandingkan investasi yang telah dialokasikan ke instrumen lain.

Pendapatan Bunga Rp1,09 Triliun Mengalir dari Penempatan Dana

Besarnya simpanan perbankan juga berkaitan dengan pendapatan DIM yang mencapai Rp1,09 triliun selama Januari-April 2026.

Pendapatan tersebut seluruhnya berasal dari pendapatan bunga, sedangkan beban operasional mencapai Rp330,55 miliar dan beban keuangan sekitar Rp1 triliun.

DIM membukukan laba sebesar Rp705,73 miliar, dengan tambahan keuntungan selisih kurs Rp306,02 miliar dan amortisasi keuntungan tangguhan Patriot Bonds Rp644,23 miliar.

DIM Mulai Memperbesar Investasi di Luar Deposito Perbankan

Meskipun deposito masih mendominasi, DIM telah mengalokasikan dana ke instrumen investasi dengan nilai Rp16,63 triliun.

Penempatan tersebut mencakup obligasi Rp12,30 triliun dan investasi subholding Rp4,81 triliun sepanjang Januari-April 2026.

Sejumlah subholding penerima investasi adalah Danantara Investment Holding (HK) IV Limited, Danantara NB Multi Strategy Ltd, dan PT Danantara Mitra Kapital.

Dengan komposisi tersebut, perkembangan pengelolaan dana DIM selanjutnya akan menjadi perhatian, terutama terkait keseimbangan penempatan deposito dan ekspansi investasi.****