Saatini Bisnis AMP
Finansial

RANS Milik Raffi Ahmad Catat Penurunan Laba, Ini Data Pendapatan dan Pergerakan Saham Terbaru

Pendapatan RANS turun menjadi Rp353,37 miliar pada 2025. Simak data laba, kepemilikan saham Raffi Ahmad, dan perkembangan harga RANS.

Oleh Tim Saat Ini
Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Mariana Tengker mengembangkan bisnis RANS dengan memanfaatkan merek, konten, dan kekayaan intelektual. Pendapatan dan laba 2025 menjadi indikator penting untuk menilai perkembangan bisnis korporasi setelah IPO. (Foto: Dok. Instagram @raffinagita1717)

BISNIS SAAT INI - Bagaimana PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) memanfaatkan dana IPO Rp429,25 miliar ketika harga sahamnya merosot lebih dari 60% dari level tertinggi setelah pencatatan di Bursa Efek Indonesia?

Siapa saja pemegang saham utama RANS setelah perusahaan hiburan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina tersebut melantai di bursa, dan seberapa besar kendali mereka terhadap arah bisnis perseroan?

Apakah rencana ekspansi konser, kosmetik, wahana edukasi Cipungland, dan teknologi kecerdasan buatan mampu menopang pertumbuhan bisnis RANS ketika pendapatan dan laba tahun buku 2025 mengalami penurunan?

IPO RANS Menghimpun Rp429,25 Miliar untuk Ekspansi Bisnis Hiburan

PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, (10/07/2026), dengan harga penawaran Rp170 per saham.

Berdasarkan pemberitaan, perseroan menawarkan 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, sehingga menghimpun dana Rp429,25 miliar.

Direktur Utama RANS Nagita Slavina menjelaskan visi pengembangan bisnis berbasis kreativitas dan kekayaan intelektual dalam pernyataan saat pencatatan perdana saham di BEI.

“Indonesia memiliki talenta kreatif yang luar biasa,” ujar Nagita Slavina, Direktur Utama PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS),  Jumat, (10/07/2026).

Ia menekankan pentingnya mengembangkan kreativitas menjadi bisnis profesional yang menciptakan lapangan kerja dan nilai ekonomi berkelanjutan.

Dana IPO Dialokasikan untuk Konser, Kosmetik, dan Cipungland

Mengacu pada prospektus ringkas yang diberitakan Bisnis.com pada Selasa, (23/06/2026), RANS merencanakan penggunaan sekitar 37,61% dana IPO atau Rp161,5 miliar untuk penyelenggaraan konser.

Perseroan juga mengalokasikan sekitar 19,80% atau Rp85 miliar untuk mengakuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia.

Selain itu, dana IPO direncanakan mendukung pembangunan wahana bermain dan edukasi Cipungland, pengembangan bisnis teknologi kecerdasan buatan bersama Feedloop, serta pelunasan utang kepada Bank BNI.

Rencana tersebut memperlihatkan upaya RANS memperluas sumber pendapatan di luar aktivitas hiburan dan pengelolaan talenta, meskipun realisasi setiap alokasi perlu diperiksa melalui laporan perusahaan.

Raffi Ahmad Menguasai 62,93 Persen Saham RANS

Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek periode September 2026 yang diberitakan IDNFinancials, Raffi Farid Ahmad menguasai 7,935 miliar saham atau setara 62,93% kepemilikan RANS.

PT Indonesia Entertainmen Grup menjadi pemegang saham terbesar kedua dengan porsi 7,23%, sedangkan Soultan Ariq Rachman dan (Kepala BP BUMN dan  Chief Operating Officer Danantara), masing-masing memiliki sekitar 2,74%.

Pemegang saham lainnya meliputi Haji Isam dengan 1,40%, Sutanto Hartono sebesar 1,14%, dan Nagita Slavina Mariana Tengker dengan sekitar 0,99%.

Struktur tersebut memperlihatkan bahwa kendali kepemilikan masih terkonsentrasi pada Raffi Ahmad, sementara saham publik memberikan kesempatan kepada investor untuk berpartisipasi dalam kepemilikan korporasi.

Pendapatan dan Laba Menurun, Investor Perlu Mencermati Fundamental

Kinerja keuangan RANS menunjukkan tantangan pada tahun buku 2025 ketika pendapatan turun 13,91% menjadi Rp353,37 miliar dan laba tahun berjalan merosot 41,6% menjadi Rp56,68 miliar.

Pendapatan segmen duta merek dan pengelolaan talenta turun 51,55% menjadi Rp51,92 miliar, sedangkan penjualan produk makanan, minuman, dan kecantikan berbasis kekayaan intelektual turun 12,69% menjadi Rp107 miliar.

Dalam pemberitaan pada Kamis, (08/10/2026), Direktur Keuangan RANS Rumunggu Yokonapita Napitupulu menyampaikan data jumlah pemegang saham yang mencapai 126.253 SID pada akhir September 2026.

Jumlah itu berkurang 21.843 SID atau hampir 15% dibandingkan akhir Agustus 2026 yang mencapai 148.096 SID, sementara Raffi Ahmad tetap menguasai 62,93% saham perseroan.

Saham RANS Turun 62,87 Persen dari Puncak Pasca-IPO

Pada Senin, (02/11/2026), saham RANS melemah 6,48% menjadi Rp101 per saham, turun sekitar 62,87% dari level tertinggi pasca-IPO Rp272 pada 15 Juli 2026.

Dibandingkan harga IPO Rp170, saham RANS telah terkoreksi 40,59%, sehingga nilai investasi awal investor yang masih memegang saham tersebut berkurang Rp69 per lembar.

Penurunan harga saham dan penyusutan jumlah pemegang saham menjadi indikator yang perlu dicermati, tetapi keduanya tidak dengan sendirinya membuktikan penyebab perubahan minat investor.

Masa depan RANS akan bergantung pada kemampuan manajemen merealisasikan rencana ekspansi, memperkuat pendapatan, dan menjaga profitabilitas.

Sementara investor perlu menilai perkembangan bisnis berdasarkan laporan keuangan dan keterbukaan informasi resmi.****

SahamRANS RaffiAhmad PemegangSahamRANS ProfilBisnisRANS